Sejarah Lengkap Stadion Santiago Bernabeu

Stadion Santiago Bernabéu termasuk stadion terbesar dan terbaik di dunia, yang paling terkenal dan disukai oleh para pencinta sepakbola. Stadion berbintang 9 ini memiliki semua fasilitas terbaik dari bantal untuk tempat duduk, sampai atap semuanya lengkap. Kali ini kita menilik perjalan stadion kebanggaan Real Madrid. Berikut sejarah berdirinya Stadion Santiago Bernabeu:


Real Madrid melakukan langkah pertamanya tahun 1900 di "Campo de la Estrada", Spanyol. Klub ini resmi didirikan tahun 1902, dan sampai tahun 1912 bertempat di Narvaez. Stadion pertama yang digunakan Madrid bernama "O'Donnell", yang dibangun pada tahun 1912.
Dua tahun kemudian didirikan Tribune kecil, yang memuat 216 penonton, saat ini stadion telah memiliki Toilet dan kamar mandi untuk pemain. Klub ini resmi memiliki nama Real Madrid pada tahun 1920, ketika raja Alfonso XIII, memberi nama "Real" yang berarti kerajaan.
Klub Sepak bola Madrid yang baru didirikan (1902) ditetapkan di sebuah daerah yang luas dekat arena adu banteng. Tempat ini merupakan milik Ratu Christina, yang selanjutnya disewa dengan harga 150 peseta per tahun. Para fans  berkumpul di sana untuk melihat pertandingan-pertandingan resmi pertama. Bangunan yang berdekatan dengan kedai Taurin, sering digunakan sebagai ruang ganti dan tempat penyimpanan. Tempat yang merupakan milik Padrós bersaudara ini turut membantu para pemain sebagai tempat ruang ganti dan tempat penyimpanan tiang gawang.


Dari tahun ke tahun dengan adanya perkembangan penggemar, diupayakan perubahan untuk peningkatan stadion. Sebuah tempat yang lebih besar yang dapat menampung pendukung kedua klub. Tempat berikut untuk madridista, O´Donnell, berubah menjadi lapangan yang lebih modern. Sebuah pagar digunakan untuk pertama kalinya sebagai pemisah antara pemain dengan penonton. Pembangunan tempat bagi penonton dengan dua tribun dapat menampung 6.000 kursi.
Permainan terakhir di O'Donnel adalah ketika melawan Servette Genf tahun 1923.

Penjualan tanah O'Donnell untuk membangun perumahan menjadi alasan bagi Real Madrid untuk harus mencari stadion baru. Velodrome Ciudad Lineal merupakan tempat yang sesuai dengan kebutuhan saat itu (1923). Arturo Soria, perancangnya, mengadaptasikan tempat ini sesuai dengan kebutuhan sepak bola. Lapangan rumput dengan kapasitas 8.000 penonton.
Setahun kemudian, klub blanco membangun tempat baru di Chamartín, dan meninggalkan Ciudad Lineal.
Setelah menjadi pemenang Region Centro pada tahun 1923, Real Madrid meninggalkan lapangan tua O'Donnell dan memulai petualangan baru dengan mambangun stadion baru. Setahun kemudian, lahirlah Chamartin Tua. Sebuah stadion olahraga bersejarah, dengan kapasitas bagi 15.000 penonton, di sana los blancos bermain selama 23 tahun. Tim madridista meresmikan lapangan ini dengan kemenangan tipis melawan klub Inggris, Newcastle (3-2).

Stadion besar ini merupakan hasil visi Carlos López-Quesada, mantan pemain Real Madrid dan manajer pada beberapa kesempatan. José María Castell merupakan pengelola karya besar ini. Proyeknya melibatkan pembangunan tribun tertutup dengan 4.000 kursi dan memiliki semua kemajuan dan kemudahan. Dalam hubungan dengan pemilihan nama, terdapat beberapa kotroversi. Ada yang menginginkan agar diberi nama ‘Parque de Sports del Real Madrid’, tetapi sebagian besar cenderung memberikan nama 'Campo del Real Madrid Football Club'. Para pendukung yang akhirnya memilih nama 'Chamartín' dan meskipun nama itu tidak pernah merupakan nama resmi, akhirnya terukir dalam sejarah.


Perang saudara pecah pada tanggal 18 Juli 1936 dan meninggalkan Chamartín Tua dalam keadaan rusak. Untuk memperbaiki kerusakan, Real Madrid harus menginvestasikan sejumlah besar dana. Pada bulan Oktober 1939, dibuka kembali tempat ini dengan pertandingan derby pertama setelah perang, di mana Real Madrid menang atas Atletico de Madrid dengan skors 2-1. Semangat para penggemar tidak menurun dengan konflik perang dan penonton memenuhi lapangan tersebut. Setelah beberapa kali renovasi, stadion diperluas untuk total 25.000 kursi, tetapi itu tidak cukup untuk memenuhi permintaan yang besar dari para penggemar.



Santiago Bernabéu telah bertahun-tahun bermimpi untuk membangun koliseum baru dan ketika menjadadi presiden pada tahun 1943, mimpi itu menjadi kenyataan. Dia meluncurkan sebuah proyek besar, dengan kapasitas untuk 100.000 penonton.


22 Juni 1944 Real Madrid membeli tanah, yang tiga tahun kemudian, tahun 1947, stadion baru yang memiliki kapasitas 75.342 selesai dibangun.
Sebuah stadion yang luar biasa tertulis di halaman sejarah Real Madrid. Chamartín Baru menjadi sebuah lapangan terbaik di Eropa dan salah satu yang paling modern di dunia. Pada kesempatan peresmiannya pada bulan Desember 1947, tim Madrid menang atas tim juara Portugal, Os Belenenses (3-1). Barinaga mencetak gol pertama dan tertulis dalam sejarah skenario ini.

Santiago Bernabeu tidak puas dengan apa yang telah dicapai dengan Chamartín Baru. Dalam pikirannya terus datang ide-ide baru untuk meningkatkan stadion dan beradaptasi dengan massa sosial klub. Pada tahap kedua pembangunan, yang dimulai pada tahun 1952, tujuan utama adalah untuk meningkatkan kapasitas bagi 125.000 penonton dan menyediakan peralatan semodern mungkin.
Stadion dengan kapasitas baru diresmikan pada bulan Juni 1954. Pada tahun 1955, para kompromisaris menyepakati bahwa stadion ini diberi nama Santiago Bernabéu. Selanjutnya stadion ini terus diperbaharui. Pada tahun 1957 berubah menjadi stadion dengan penerangan terbaik di dunia. Tanggal 4 April 1958 adalah rekor pengunjung terbanyak berjumlah 135.000 ketika bertanding melawan Vasas Budapest. Pada tahun 1965 proses pengalihan kantor klub itu selesai dilakukan, yang sejak penciptaannya telah digunakan berbagai tempat di ibu kota ini.



Organisasi Piala Dunia Sepak bola Spanyol pada tahun 1982 mengharuskan adanya pembaruan umum di stadion Santiago Bernabéu, sebuah stadion yang ditunjuk untuk pelaksanaan pertandingan penyisihan grup dan pertandingan final piala dunia. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan pentingnya memberikan gambaran modernitas terhadap jutaan orang yang mengikuti jalannya kompetisi dunia ini baik secara langsung maupun melalui televisi. Oleh karena itu proyek reformasi terjadi di seluruh bidang.
Kapasitas penampungan berkurang menjadi 98.776 kursi dan 67.000 diantranya berdiri. Potensi sistem penerangan dinaikkan dan digunakan video skors dengan teknologi modern. Hal-hal baru yang setelah renovasi ini adalah bagian penutupan atau atap stadion. Struktur stadion ditambah dengan bagian atap di tiga perempat bagian grade. Berkat pembaruan ini, sebagian besar kursi terlindung dari cuaca buruk.
Untuk kejuaraan dunia 1982, kembali Estadio Santiago Bernabéu direnovasi, sehingga hanya memiliki kapasitas 90.200 pengunjung. Melalui beberapa perbaikan pada tahun 1992, kapasitas penonton berkurang menjadi 90.000.


Pada musim 1999-2000 dilakukan proses modernisasi yang dikenal sebagai 'Proyek Leader XXI'. Saat itu dibangun berbagai layanan untuk membantu anggota dan penggemar: jaringan Real Madrid (jaringan telepon informasi untuk anggota dan fans), penjualan tiket melalui telepon (untuk pertama kalinya dalam sejarah) dan transfer anggota dan pendanaan.
Kapasitas stadion Santiago Bernabéu didistribusikan melalui sektor dan diadakan sinyalisasi baru untuk stadion. Dilakukan pembaruan pada Ampiteater Ketiga di Jalan Padre Damián, dengan menempatkan 9.380 kursi. Hal tersebut digabungkan lagi dengan 16.000 kursi yang telah ditempatkan pada musim sebelumnya di zona yang berbeda. Kapasitas berkurang menjadi 75.000 kursi. Teater besar madridista berhasil memiliki tempat duduk untuk semua penonton.


Ketika menjabat sebagai presiden Real Madrid, Florentino Perez meluncurkan sebuah proyek 'Master Plan untuk Insfrastruktur Stadion'. Dia memandang perlu adanya aktualisasi teknis di bidang instalasi dan infrastruktur, bidang komersial dan sarana bisnis baru. Hal ini telah membuat stadion ini menjadi ´Stadion 365 hari setahun´. Saat ini terdapat empat restoran, tur Stadion Bernabéu dan toko olahraga terbesar di dunia.
Klub mengubah video score, megafon dan ruang ganti. Dilakukan perubahan di bagian dinding arah Padre Damián dan bagian penutup. Stadion ini memiliki alat pemana terbaik di dunia berkat instalasi 1.300 pemanas. Lagi pula, stadion ini adalah stadion sepak bola pertama dengan kontrol jarak jauh. Melalui unit kontrol integral, stadion ini dapat dikontrol dari jarak jauh. Pada tahun 2007, UEFA memasukkannya dalam kategori Stadion Elit. Hal ini menjadikannya sebagai referensi olahraga, referensi sosial, komersial dan bisnis. Sebuah contoh modernitas, fungsi dan manajemen.
Tahun 2002 Estadio Santiago Bernabéu direnovasi ulang, dengan dibangunnya Panorama Restaurant di atas stadion. Kapasitas pengunjung kembali diperkecil menjadi 74.000 pengunjung. 3.300 tempat VIP bisa diraih dengan 8 Lift. Tahun ini juga Estadio Santiago Bernabéu diresmikan menjadi stadion terbaik di dunia dengan 9 bintang


Pada tanggal 31 Januari 2014, Florentino Pérez menyampaikan tentang wajah masa depan stadion Santiago Bernabéu. Presiden Real Madrid, pada hari yang sama mengumumkan proyek pemenang Perlombaan Internasional Ide Arsitektur, yang diikuti oleh GMP Arquitectos dan L35 Ribas. Pimpinan tertinggi klub menjelaskan bahwa: “Kita harus menghadapi tantangan baru yang akan tercatat dalam sejarah kita. Stadion ini lahir umumnya dari legendaris kita dan kebesaran kita akan terus berkibar disini”.
Desain yang memang akan membangun penutup stadion yang spektakuler seperti halnya kulit pembungkus. Penampilan dinding timur juga akan menggabungkan layar besar yang akan digunakan pada saat-saat khusus, yang menunjukkan bagian dalam di luar stadion. Berkat sistem LED, kulit pembalut tersebut akan bergetar, yang memungkinkan Bernabéu berkomunikasi dengan lingkungannya.
Stadion ini akan dilengkapi dengan teknologi terbaru: sistem informasi dan komunikasi, layar dengan 360 drajat ditempatkan di atas tribun dan sistem manajemen teknologi tinggi. Ini akan lebih aman dan lebih nyaman untuk para penggemar. Proyek ini telah mempertimbangkan keberlanjutan dalam penggunaan energi.
Dalam perencanaan akan dibangun daerah perbelanjaan, tempat hiburan dan restoran, hotel dan area parkir bawah tanah. Tur Stadion Bernabéu akan ditransformasi dan museum juga akan diperbaharui. Atap stadion akan dapat dibuka dan ditutup dan hal ini akan memungkinkan pengunaanya untuk segala bentuk event. Sifat desainnya juga akan memungkinkan konstruksi yang kompatibel dengan perkembangan normal kalender olahraga.
Florentino Pérez menjelaskan: “Kami menginginkan agar Santiago Bernabéu menjadi stadion terbaik di dunia. Santiago Bernabéu baru di abad XXI akan terus menjadi arena semangat dan terus berada di jantung kota kita dan menjadi ikon sepak bola modern. Sebuah stadion Bernabéu yang merupakan kebanggan semua mitra dan pendukung”.

Referensi dari sini dan disini

Komentar